Wisata Sejarah Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto

Setiap orang memiliki selera masing-masing mengenai apa yang mereka gemari, khususnya dalam hal berwisata. Beberapa orang lebih menyukai berwisata ke tempat-tempat alami seperti pegunungan dan perbukitan, ada pula yang memilih menghabiskan liburan ke pantai atau wahana yang menyediakan berbagai macam permainan. Namun jangan heran bila ada beberapa kalangan yang cenderung lebih ingin berkunjung ke tempat-tempat sejarah. Bagi mereka, berwisata sambil belajar adalah hal wajib. Waktu tak boleh terbuang sia-sia.

Menjadi salah satu Kotamadya di Provinsi Sumatera Barat, provinsi yang menyimpan banyak cerita, Kota Sawahlunto pun memiliki spot wisata sejarah yang menyimpan banyak kisah yang patut anda ketahui. Terletak di daerah perbukitan yang terkenal dengan tambang batubaranya, Sawahlunto memiliki banyak obyek Wisata Alam, Religi, juga sejarah yang menakjubkan. Ada Danau Biru Sawahlunto, sebuah Wisata di Sawahlunto yang diminati banyak wisatawan, ada juga Gudang Ransoem, sebuah gudang yang menyimpan kisah perjuangan para pahlawan masa lalu, pun juga terdapat Masjid Agung Nurul Islam, sebuah rumah ibadah kaum muslim yang mengandung cerita menakjubkan dan akan membuat anda tercengang. Buat anda yang memiliki selera sejarah tinggi, Wisata Masjid Agung Sawahlunto bisa menjadi pilihan terbaik saat anda mengunjungi kota ini.

Masjid Agung Nurul Islam, yang berada 150 meter dari Museum Kereta Api Sawahlunto, berdiri dengan latar belakang sejarah yang tak ada siapapun bisa menebaknya.Tidak sama dengan Masjid-Masjid lain pada umumnya yang dibangun atas dasar keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Masjid Agung Nurul Islam adalah sebuah bangunan yang pada masa awal pembangunannya buka ditujukan sebagai tempat peribadatan, melainkan merupakan sebuah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Terletak di kelurahan Kubang Sirakuak Utara, Lembah Segar, Kota Sawahlunto. PLTU ini dibangun pada tahun 1894 pada saat Indonesia dikuasai oleh Hindia Belanda. Dengan memanfaatkan aliran air Batang Lunto yang ada di daerah Kubang Sirakuak Utara, PLTU ini menjadi sumber listrik utama para kompeni-kompeni Belanda. Tetapi, debit air di sungai Batang Lunto ini semakin hari semakin berkurang, hingga pada tahun 1924, PLTU baru dibangun di daerah Talawi dengan memanfaatkan aliran deras sungai Batang Ombilin.

Pemindahan PLTU ini menjadikan PLTU pertama di daerah Kubang Sirakuak Utara terabaikan dan tidak lagi difungsikan sebagaimana mestinya. Beberapa tahun kemudian, gedung PLTU tersebut dimanfaatkan oleh para revolusioner Indonesia, para Pahlawan Kemerdekaan yang gagah berani sebagai Gudang Senjata. Di tempat inilah para pejuang kita merakit senjata yang digunakan untuk menumbangkan para penjajah dan merebut kemerdekaan Indonesia. Menarik bukan? Anda bisa mendapatkan informasi lebih detail dengan mengunjungi tempat ini.

Baca juga:  Tempat Wisata Di Ungaran Yang Wajib Dikunjungi

Setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1952, gedung PLTU tersebut beralih fungsi menjadi Masjid yang kita kenal sekarang dengan Masjid Agung Nurul Islam. Untuk bagian menaranya memanfaatkan cerobong asap bekas PLTU dengan menambah 10 meter lagi untuk membangun Kubah Masjid Agung Nurul Islam. Inilah kisah heroik yang tunjukkan oleh Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto, yang tetap berdiri kokoh membantu dan melindungi para pejuang kemerdekaan kita, dan tetap ada hingga saat sekarang ini sebagai bukti sejarah bagi kita dan anak cucu kita nanti. Maka bagi anda para pecinta sejarah, Wisata Masjid Agung Nurul Islam siap menyuguhkan sejarah buat anda.

Pada awal pemanfaatannya sebagai Masjid, di sana tidak hanya digunakan untuk kegiatan ibadah seperti Sholat saja, tetapi Masjid berlantai dua ini juga dijadikan sarana pendidikan agama bagi masyarakat sekitar. Pada dasarnya Masjid ini tetaplah mempertahankan bentuk aslinya sebagai gedung bekas PLTU, tetapi seiring berjalannya waktu, banyak terjadi revitalisasi Masjid dengan menambah dan memperbaiki beberapa bagian Masjid, seperti penambahan kubah besar di tengah-tengah Masjid, 4 kubah kecil, 8 pilar penyokong kubah utama, serta berbagai pilar lain yang semakin menekankan suasana Islami pada bangunan tersebut.

Tetapi, perubahan tersebut tidak menghapus jejak sejarah yang pernah diukirnya, karena di bagian bawah Masjid terdapat sebuah lubang perlindungan, sebuah tempat yang disebut-sebut sebagai tempat perakitan senjata para pahlawan kemerdekaan kita dahulu. Ada satu lagi cerita yang menyebutkan bahwa setelah gedung tersebut dimanfaatkan sebagai gudang senjata, ternyata masyarakat sekitar, terutama yang berprofesi sebagai pekerja Tambang Batubara memanfaatkan gedung tersebut sebagai tempat istirahat sementara saat bekerja di pertambangan.

Itulah kisah Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto, sebuah Masjid yang penuh sejarah, mulai dari sebuah PLTU, gudang senjata, tampat peristirahatan pekerja tambang, hingga akhirnya menjadi sebuah Masjid Besar yang berdiri kokoh hingga sekarang serta salah satu tujuan Wisata di Sawahlunto.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.