Napak Tilas Sejarah Budaya Toraja Di Desa Ke’te Kesu

Manusia dan budaya adalah dua aspek yang tidak bisa dipisahkan, setiap bangsa memiliki budayanya sendiri yang menjadikannya berbeda dengan bangsa lain, begitupun Indonesia, sebuah negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau serta beragam budaya yang semuanya menyatu dalam satu bendera Indonesia. Kekayaan budaya Indonesia tidak perlu dipertanyakan lagi, setiap suku dan daerah memiliki kebudayaannya sendiri yang masih dipegang teguh hingga saat ini, bahkan tidak sedikit masyarakat Indonesia yang masih menjalankan kehidupan mereka sesuai dengan adat yang berlaku, seolah tidak tergerus oleh perubahan zaman, mereka kekeh mempertahankan warisan budaya leluhur.

Salah satu daerah di Indonesia yang yang sangat terkenal masih memegang teguh budaya nenek moyangnya adalah Toraja, sebuah wilayah di Sulawesi Selatan yang masih sangat terasa suasana tradisionalnya. Walaupun menjadikan ajaran leluhur sebagai pedoman dalam ber kegiatan sehari-hari, masyarakat Toraja tidak tertutup terhadap dunia luar, bahkan mereka memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat umum untuk mengenal lebih jauh mengenai adat-istiadat mereka, sehingga mereka menjadikan sebuah desa sebagai desa wisata yaitu ke’te kesu.

Berada di Desa Wisata Ke’te Kesu akan membuat anda seperti kembali ke zaman ketika Indonesia belum semaju sekarang. Wisata Budaya Toraja Ke’te Kesu telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu cagar budaya yang harus dilindungi. Wisata Budaya Toraja Ke’te Kesu memiliki banyak keunikan yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi Toraja, wisatawan yang datang mengunjungi Wisata Budaya Toraja Ke’te Kesu tidak hanya berasal dari dalam negeri, banyak juga wisatawan negara yang sengaja datang ke objek Wisata Budaya Toraja Ke’te Kesu hanya untuk melihat dengan lebih dekat bagaimana budaya asli Indonesia yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Lalu, apa saja keunikan desa wisata Ke’te Kesu tersebut?. berikut ulasannya.

  1. Tongkonan

Sejak zaman dahulu hingga sekarang, Indonesia terkenal sebagai negara agraris yang kaya akan hasil alamnya, diantara hasil alam yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat Indonesia adalah padi, sehingga tidak heran jika setiap rumah adat dari berbagai daerah Indonesia memiliki tempat penyimpanan padi tersendiri. inilah dia Tongkonan, yaitu sebuah rumah adat Toraja yang dimanfaatkan sebagai penyimpanan alang sura atau yang kita kenal dengan lumbung padi. Tetapi, pada zaman dahulu Tongkonan juga dimanfaatkan oleh kaum bangsawan sebagai tempat berkumpul, karena itu Tongkonan tidak bisa dijadikan hak milik pribadi orang yang membangunnya, karena harus mewariskannya secara turun temurun kepada keturunannya nanti.

Baca juga:  Tempat Selfie Di Kota Medan Ini Wajib Anda Datangi

Wisata Budaya Toraja Ke’te Kesu akan membawa anda melihat deretan Tongkonan yang berjajar rapi dan saling berhadapan di desa ini, jangan pernah berpikiran bahwa Tongkonan yang ada di desa ini adalah Tongkonan yang baru dibangun, karena Tongkonan yang ada di Desa Wisata Toraja Ke’te Kesu telah berusia 300 tahun dan di wariskan kepada anak cucu mereka hingga saat ini, serta dirawat dengan sangat baik. Setiap Tongkonan memiliki pahatan dan ukiran yang indah, serta di bagian depan terdapat sebuah tanduk kerbau yang melambangkan status sosial pemiliknya.

Ada satu lagi keunikan dari Tongkonan, yaitu bentuk atapnya yang menyerupai tanduk kerbau dan selalu menghadap ke arah utara. Diarahkannya Tongkonan ke arah utara bukan tanpa alasan, masyarakat Toraja meyakini arah utara adalah lambang asal muasal leluhur Tana Toraja, karena alasan inilah apabila ada salah satu penduduk toraja yang meninggal, maka jenazahnya akan langsung dibawa ke arah utara, dengan harapan dapat segera berkumpul dengan para leluhur.

  1. Desa penghasil kerajinan pahat, ukir, dan lukis

Sebelumnya disebutkan bahwa Tongkonan yang menjadi ciri khas Wisata Budaya Toraja Ke’te Kesu dihiasi oleh berbagai macam pahatan dan ukiran yang indah, karena itu tidak heran Desa Wisata Toraja ini menjadi salah satu daerah penghasil kerajinan pahat, ukir, dan lukis yang sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia. Pahatan yang banyak dibuat oleh pengrajin di daerah ini adalah Tau-Tau, sebuah patung yang digunakan untuk upacara pemakaman di adat Toraja, di samping itu, para pengrajin yang berasal dari desa Wisata Budaya Toraja Ke’te Kesu, sering dimanfaatkan untuk mengukir peti mati ataupun rumah adat Toraja.

  1. Patane

Patane adalah sebuah bangunan permanen yang dijadikan masyarakat sekitar sebagai kuburan, tetapi setiap suku memiliki patanenya sendiri yang dimanfaatkan sebagai makam keluarga, setidaknya terdapat 4 buah patane yang berada berdekatan di area jalan menuju pemakaman umum.

Itulah 3 keunikan dari desa Wisata Budaya Toraja Ke’te Kesu, mengajak serta anak-anak dan keluarga anda mengunjungi tempat ini adalah suatu hal yang wajib dilakukan, selain dapat melihat keunikan daerah Toraja, anda juga bisa mengajarkan kepada anak-anak anda bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki ratusan kebudayaan yang harus dipelihara sampai kapanpun, karena budaya yang tersebar di seluruh Nusantara adalah identitas bangsa yang tidak boleh ditinggalkan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.