Museum Balla Lompoa, Replika Dari Istana Kerajaan Gowa

Pada masa pemerintahan Raja Gowa ke 31 yang saat itu dipimpin oleh Mangngi Mangngi Daeng Matutu, didirikanlah sebuah istana kerajaan yang begitu megah di daerah Gowa, seiring berlalunya waktu, Kerajaan Gowa pun mengalami kehancuran hingga istana kerajaan tidak lepas dari serangan para pemberontak pada zaman itu. Untuk mengenang keberadaan Kerajaan Gowa, Pemerintah Kabupaten Gowa merekonstruksi Istana Kerajaan Gowa menjadi sebuah museum yang dikenal dengan Museum Balla Lompoa. Museum ini didirikan sebagai salah satu destinasi wisata sejarah yang diperuntukkan untuk mengenang kejayaan Kerajaan Gowa pada masa lalu, Balla Lompoa sendiri bermakna rumah besar atau rumah kebesaran, Wisata Sejarah Museum Balla Lompoa dibangun dengan menggunakan arsitektur rumah khas orang Bugis, berupa rumah panggung yang memiliki sebuah tangga setinggi lebih dari 2 meter untuk memasuki ke area teras. Museum Balla Lompoa dibangun dengan menggunakan kayu ulin atau kayu besi, dan didirikan di sebuah kompleks seluas 1 hektar yang dibatasi oleh pagar tembok tinggi.

Selesai dibangun, Wisata Sejarah Museum Balla Lompoa difungsikan sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah yang berasal dari Kerajaan Gowa, benda-benda tersebut disimpan berdasarkan fungsi dari setiap ruangan yang ada di Wisata Sejarah Museum Balla Lompoa. Pertama, di bagian depan ruang utama bangunan ada sebuah peta Indonesia di sebelah kanan dinding, dan di ruang utamanya anda akan melihat silsilah keluarga Kerajaan Gowa, mulai dari raja pertama Tomanurung yang mulai memerintah pada abad ke-13, hingga raja terakhir yang berkuasa di Kerajaan Gowa yaitu Sultan Muhammad Abdul Kadir Aididdin A. Idjo Karaeng Lalongan yang memerintah hingga tahun 1957. Selain itu, di ruangan utama ini juga diletakkan sebuah singgasana, beberapa peralatan perang, payung lalong sipue (payung ini digunakan Raja ketika proses pelantikan), dan berbagai benda bersejarah lainnya.

Pada tahun 1978 sampai 1980, museum ini mengalami restorasi yang akhirnya diresmikan oleh Prof Dr Haryati Soebadio selaku Direktur Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia. Wisata Sejarah Museum Balla Lompoa akhirnya bisa menggambarkan sedikit kisah Kerajaan Gowa pada masa lalu kepada kita di saat sekarang ini, tidak sedikit dana yang dianggarkan pemerintah untuk perawatan Wisata Sejarah Museum Balla Lompoa tersebut, setidaknya pemerintah menyediakan 25 juta rupiah setiap tahun agar objek Wisata Sejarah Museum Balla Lompoa bertahan dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat zaman sekarang mengenai cerita nenek moyang Kerajaan Gowa di masa lalu.

Baca juga:  10 Tempat Wisata Terbaru Di Kaliurang 2018

Museum Balla Lompoa terdiri dari dua bagian, pertama ruang utama yang memiliki luas 60 x 40 m2 dan ruang teras yang disebut juga dengan ruang penerima tamu memiliki luas 40 x 4,5 m2. Di ruang utama ada 3 bilik yang diperuntukkan untuk raja, bilik penyimpanan benda bersejarah, dan bilik kerajaan, masing-masing bilik tersebut memiliki luas 6 x5 m2, selain itu, Wisata Sejarah Museum Balla Lompoa dilengkapi dengan banyak jendela yang menjadi ciri khas setiap bangunan adat masyarakat Bugis.

Setidaknya ada 140 koleksi benda berharga kerajaan yang disimpan di Museum Balla Lompoa, benda-benda ini tidak hanya bernilai tinggi, tetapi juga sarat akan makna sejarah yang dalam, seperti mahkota, gelang, kalung, kancing, keris, dan berbagai benda lain yang terbuat dari emas murni dan dihiasi oleh berlian, batu ruby serta permata. Mayoritas dari koleksi tersebut memiliki bobot sekitar 700 gram bahkan ada yang mencapai 1 kg, salah satu benda terberat yang ada di museum tersebut adalah mahkota Raja yang berbentuk kerucut bunga teratai dengan berat 1768 gram yang dihiasi oleh 250 permata berlian. Di samping itu, juga ada keris emas yang disebut dengan tatarapang, keris ini memiliki bobot sebesar 986,5 gram. Keris ini merupakan hadiah dari kerajaan Demak kepada raja yang memerintah Kerajaan Gowa pada saat itu.

Untuk mengunjungi Wisata Sejarah Museum Balla Lompoa ini, anda dapat menuju Jalan Sultan Hasanuddin nomor 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupaten Gowa, di provinsi Sulawesi Selatan tentunya. Kota Sungguminasa merupakan sebuah kota yang berbatasan langsung dengan Makassar, karena itu anda dapat mencapai lokasi ini dengan menggunakan berbagai macam jenis kendaraan, mulai dari kendaraan pribadi, angkutan umum baik roda dua maupun roda empat.

Tidak ada salahnya mengajak keluarga anda untuk berlibur ke Museum Balla Lompoa, agar anak-anak anda bisa mengenal sejarah salah satu kerajaan terbesar di Indonesia yang bertahan hingga tahun 1957, dengan sejarah nenek moyang ini diharapkan mereka bisa lebih menghargai jasa para leluhur di masa lalu.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.