Monumen Pahlawan Nasional Thomas Matulessy

Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari banyak daerah, yang merdeka pada tahun 1945. Untuk meraih kemerdekaan tersebut telah banyak pahlawan yang berjuang hingga titik darah penghabisan saat merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah asing yang ingin menguasai tanah air Indonesia. Semua rakyat yang berada di bawah kedaulatan Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke telah memberikan sumbangsih yang tidak sedikit untuk mengibarkan sang saka merah putih di tanah air tercinta, Indonesia. Jasa para pahlawan tersebut banyak diabadikan dalam bentuk monumen-monumen pahlawan nasional yang tersebar di seluruh wilayah kepulauan Indonesia.

Monumen pahlawan yang banyak dikunjungi oleh wisatawan salah satunya adalah Monumen Pahlawan Thomas Matulessy yang ada di taman kota Lapangan Merdeka, pusat Kota Ambon yang sekarang di kenal dengan Tempat Wisata Monumen Pattimura. Monumen Pahlawan Nasional ini didirikan di kawasan tersebut adalah untuk mengenang tempat dilakukannya eksekusi hukuman gantung terhadap seorang pahlawan nasional yang sangat berjasa, Kapten Pattimura. Memang tidak banyak yang mengenal nama Thomas Matulessy, karena ia lebih dikenal dengan sebutan Kapten Pattimura. Ia dilahirkan pada tahun 1783, ketika muda Kapten Pattimura pernah menjabat sebagai Sersan dalam kesatuan tentara Inggris, pada saat itu penjajah Belanda yang juga ada di Indonesia harus menyerahkan daerah Maluku kepada pemerintahan Inggris, namun di tahun 1816 Belanda berhasil merebut kembali wilayah Maluku dari tangan penjajah Inggris. Kehidupan masyarakat Maluku ketika dijajah oleh Belanda ini begitu memilukan, mereka dipaksa melakukan kerja rodi, seluruh kekayaan Maluku dikuras habis oleh Belanda yang serakah.

Tidak tahan dengan penindasan yang dilakukan oleh penjajah Belanda, akhirnya rakyat Maluku melakukan perlawanan, tetapi tidak sekedar perlawanan gila tanpa ada perencanaan. Sebelum melakukan penyerangan, rakyat Maluku mengadakan sebuah rapat rahasia yang saat itu juga dihadiri oleh Thomas Matulessy, ia diangkat oleh pejuang Maluku sebagai pemimpin dan dijuluki sebagai Kapiten Pattimura. Penyerbuan terhadap tentara Belanda ini dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pada 14 Mei 1817 dan 16 Mei 1817. Setelah penyerangan kedua ini benteng Belanda pun dapat dikuasai, dan semua tentara Belanda berhasil ditangkap, serta tidak sedikit penjajah Belanda yang tewas saat terjadinya penyerangan.

Baca juga:  Tempat Wisata di Makassar 2018 yang Wajib Anda Kunjungi

Setelah penyerangan ini, kembali terjadi penyerbuan oleh penjajah Belanda untuk merebut benteng yang telah dikuasai oleh Kapten Pattimura, yang memaksa pasukan Pattimura mengosongkan benteng tersebut. Ternyata penjajah Belanda tidak habis akal untuk memenangkan peperangan yang terjadi, mereka mengadakan sayembara untuk menangkap Kapten Pattimura yang diiming-imingi hadiah sebesar 1000 gulden, hingga akhirnya Kapten Pattimura berhasil ditangkap saat penjajah Belanda melakukan serangan besar-besaran pada Oktober 1817. Serangan ini ternyata dapat melumpuhkan para pejuang Indonesia, tetapi yang sangat memilukan adalah pada Desember 1817 kapten Pattimura bersama beberapa pejuang lainnya dihukum gantung di depan masyarakat Maluku.

Besarnya jasa yang diberikan oleh pahlawan yang dikenal dengan Kapten Pattimura menjadikan pemerintah menetapkan Kapten Pattimura sebagai pahlawan nasional dan menetapkan tempat Kapten Pattimura dihukum gantung sebagai salah satu tempat wisata di daerah Maluku.

Tempat Wisata Monumen Pattimura berada di persimpangan Slamet Riyadi, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pattimura. Setiap hari banyak wisatawan yang mengunjungi Tempat Wisata Monumen Pattimura tersebut, baik untuk sekedar mengabadikan momen ketika berada di kota salah seorang pahlawan nasional, ataupun wisatawan yang datang untuk mengenang jasa seorang Thomas Matulessy terhadap kejayaan rakyat Maluku. Tidak heran jika melihat banyak sekali wisatawan yang datang mengunjungi monumen tersebut, apalagi lokasi tempat berdirinya monumen ini adalah taman kota Ambon yang digunakan masyarakat setempat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Di samping itu, Tempat Wisata Monumen Pattimura terletak dekat dengan Lapangan Merdeka yang menjadi salah satu tempat pusat keramaian masyarakat Ambon, terutama ketika sore hari, karena banyak masyarakat yang memanfaatkan lokasi ini untuk sekedar berkumpul bersama keluarga, berolahraga, atau hanya jalan-jalan santai menikmati keindahan senja di Kota Ambon. Dengan mengunjungi Tempat Wisata Monumen Pattimura, anda dapat mengenal lebih dekat bagaimana kehidupan masyarakat Ambon di sore hari.

Tunggu apa lagi, segeralah beranjak dari tempat duduk anda, kunjungi Tempat Wisata Monumen Pattimura, ajak serta anak-anak anda dan beritahu mereka, bahwa mereka adalah keturunan seorang pejuang hebat, Kapten Pattimura.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.