Menikmati Wisata Malam Di Bundaran 1001 Ai Kota Singkawang

Selain panorama keindahan alamnya, Kota Singkawang juga menghadirkan keindahan ketika malam hari.  Bundaran 1001 AI ini terletak di pertigaan Jalan Ahmad Yani, Jalan Tani, dan Jalan Padang Pasir. Hadirnya bundaran ini untuk semakin mempercantik kota ditambah terdapatnya air mancur di puncak tugu tersebut. Kawasan ini sering dijadikan lokasi untuk berfoto atau hanya sekedar menikmati indahnya wisata malam Singkawang bersama teman maupun keluarga.

Konsep yang dibuat tentu berlatar belakang sejarah Kota Singkawang itu sendiri yang dihuni tiga etnis besar yakni suku Melayu, suku Tionghoa, dan suku Dayak, serta 12 etnis lainnya yang hidup rukun dan damai di kota yang dijuluki kota seribu klenteng ini. Tugu Bundaran 1001 AI ini terdiri dari beberapa bagian yang didesain khusus dan menarik. Di puncak tugu tersebut berbentuk seperti tudung saji yang mana terdapat simbol kuda laut di atasnya. Maknanya adalah mengingat sejarah bahwa Kota Singkawang ini pernah menjadi bagian dari Kabupaten Sambas yang kini memisahkan diri.

Wisata Malam Di Bundaran 1001 Ai Kota Singkawang - Wisata Malam Singkawang

Sumber: snap361.com

Kita bisa melihat adanya tampah yang berbentuk melingkar dan lebar seperti bentuk bulat di antara bangunan tudung saji dan kuda laut yang mana di bawah tampah tersebut berdiri patung sosok orang yang mencerminkan tiga etnis dengan pakaian khas orang Melayu, orang Tionghoa, dan orang Dayak. Makna tampah tersebut adalah melindungi tiga etnis besar dan etnis lainnya yang hidup rukun dan harmonis di Kota Singkawang.

Kemudian kita bisa melihat ada ornamen patung angsa yang terletak di bawah patung tiga orang yang melambangkan tiga etnis besar itu. Patung tersebut memiliki arti dari cerita orang-orang bahwa jika rumah ingin aman maka peliharalah angsa yang dianalogikan agar Kota Singkawang selalu aman, tidak ada pencopet atau pencuri di Kota Singkawang. Sementara kata bundaran seribu satu sudah dikenal secara turun temurun oleh orang-orang sekitar yang menurut cerita ada orang berkata “satu motor seribu”.

Baca juga:  4 Daerah Ramah Muslim di Jepang

Selain memiliki makna dan filosofi yang tinggi, bundaran 1001 AI ini dibuat untuk keselamatan warga yang melintasi pertigaan ini, sehingga kendaraan yang lalu lalang di sekitar pertigaan ini bisa berjalan lebih lambat dan tidak kebut-kebutan walaupun di sekitar bundaran itu masih terdapat jalur kebutan dari Pontianak menuju Jalan Tani lalu Jalan Ahmad Yani menuju Pontianak. Maksud dari kebutan ini bukanlah orang yang berkendara dengan ngebut seperti balapan, namun jalur laju yang harus diantisipasi kecelakaannya.

Sedangkan terkait nama AI bisa jadi singkatan dari nama Awang Ishak yang membawa ide dan konsep dibangunnya tugu bundaran ini. Namun, ada juga orang yang menamakan singkatan AI itu Alam Indah, Ahmad Yani. Simbol-simbol lain yang menempel di bundaran itu juga erat kaitannya dengan etnis tertentu seperti Tempayan yang biasanya merupakan simbol etnis Dayak, naga yang merupakan simbol etnis Tionghoa.

Setiap malam kunjungan warga ke bundaran 1001 AI ini semakin ramai karena sangat cocok untuk berfoto mengingat latar belakang tugu yang indah ini juga memiliki makna filosofis yang tinggi. Tugu ini ketika malam hari menjadi berwarna-warni akibat semburan air yang terkena pantulan cahaya lampu dan juga tulisan besar Simpang 1001 AI juga cukup menarik untuk dijadikan latar belakang foto. Apalagi ketika malam tiba, tugu ini biasa dihiasi banyak sekali lampion. Buat warga Singkawang maupun pengunjung dari luar daerah tentu tempat ini bisa menjadi alternatif untuk menikmati wisata malam di Kota Singkawang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.