Mengenang Sejarah di Museum Brawijaya Malang

Salah satu museum yang tersohor di Bumi Malang ialah Museum Brawijaya. Latar belakang didirikannya Museum Brawijaya adalah perjuangan TKR dan rakyat Jawa Timur dari Agensi Militer Belanda I dan II, yang kemudian di prakarsai oleh Bigjen TNI (Purn) Soerachman Pangdam VIII/BRW pada tahun 1959 – 1962. Pada tanggal 04 Mei 1968 Kolonel Pur. Dr. Soewondo meresmikan museum Brawijaya ini. Karena memiliki motto “CITRA UTHA PANA CAKRA” yang berarti api penyebar semangat, museum inipun juga dikenal dengan nama Citra Utha Pana Cakra. Lokasi Museum Brawijaya yaitu di Jl. Ijen No. 25 A Malang. Dengan beberapa koleksi peninggalan seperti beberapa tank, senjata, foto dan masih banyak lagi.

Museum Brawijaya Malang

Sumber: goestomalangbatu.blogspot.com

Untuk anda pecinta sejarah, tentunya akan tertarik dengan banyaknya koleksi benda-benda bersejarah yang terdapat di museum ini. Selain koleksi yang telah disebutkan di atas, ada juga mobil “DE SOTO USA” yang merupakan mobil dinas Kolonel Soengkono sebagai Panglima Devisi Brawijaya tahun 1948-1950. Kemudian ada pula beberapa barang peninggalan Panglima Besar Jendral Sudirman. Untuk ruang pameran, Museum Brawijaya Malang dibagi menjadi lima lokasi, yaitu:

  1. Halaman depan museum dengan nama “Agne Yastra Loca” yang berarti taman senjata api revolusi. Lokasi ini merupakan ruang pameran terbuka yang memamerkan benda-benda bersejarah seperti beberapa kendaraan berlapiskan baja serta senjata berat yang tentunya memiliki nilai sejarah.
  2. Ruang lobi museum memiliki tiga koleksi benda sejarah yang bisa anda lihat, yaitu relief penugasan pasukan Brawijaya, relief kekuasaan Kerajaan Majapahit dan lambang-lambang kesatuan/kodam seluruh Indonesia.
  3. Ruang satu, merupakan ruang pertama pada bagian dalam museum ini. Koleksi benda-benda sejarah di ruang ini merupakan sejarah dari tahun 1945-1949, seperti mobil De Soto Usa, senjata api, beberapa foto mantan panglima Jawa Timur dan yang paling menarik, di ruangan ini terdapat meja beserta kursi yang digunakan oleh Bung Karno, Bung Hatta dan Kolonel Soengkono ketika melakukan perundingan tentang Belanda yakni “konferensi meja bundar”.
  4. Ruang dua, koleksi dari tahun 1950 hingga sekarang terdapat di ruangan ini. Komputer pada masa itu, juga terdapat foto-foto bersejarah yang menarik untuk dilihat, tentunya akan semakin menambah wawasan tentang sejarah anda. Seperti foto-foto saat operasi khusus yang dalam penumpasan pemberontakan di Indonesia serta foto-foto Malang jaman dulu.
  5. Halaman tengah, merupakan ruang pameran terbuka seperti halaman depan, hanya saja di sini anda bisa melihat koleksi dua benda bersejarah yang memiliki cerita tersendiri. “Perahu Sigigir” dan “Gerbong Maut” sebuah gerbong barang pengangkut 100 pejuang Indonesia dari Bondowoso ke Surabaya tanpa ada lubang ventilasi dengan keadaan pintu tertutup rapat, sehingga menewaskan hampir seluruh penumpang dan hanya menyisakan 12 penumpang selamat. Gerbong itulah yang merupakan icon dari Museum Brawijaya ini sendiri.
Baca juga:  Daftar Losmen Murah Di Jogja Untuk Para Wisatawan

Selain beberapa koleksi benda bersejarah yang dapat anda nikmati, museum ini memiliki beberapa program khusus, seperti pameran lukisan, ceramah, diskusi, penerbitan dan lomba. Jadi bukan hanya sebatas melihat saja, anda juga bisa mengikuti beberapa program yang ditawarkan di museum ini.

Untuk berkunjung di Museum Brawijaya, anda bisa memilih waktu yang sesuai dengan jadwal anda, anda bisa memasukkan list Jam Buka Museum Brawijaya ke dalam kalender anda, yakni mulai hari Senin – Sabtu jam 08.00-14.00 dan hari Minggu / hari libur nasional jam 08.00-15.00. Sedangkan harga tiketnya yaitu hanya Rp. 1.500/org. Sangat terjangkau bukan?

Fasilitas Museum Brawijaya Malang cukup lengkap, selain ruang pameran, di sana anda akan menemukan ruang auditorium, ruang perpustakaan, ruang lab/konservasi, ruang penyimpanan koleksi, ruang bengkel/preparasi, ruang admin, toilet, kantin, audiovisual dan tabung pemadam api.

Demikian ulasan tentang Museum Brawijaya, buat anda yang fanatik berlibur harus bermanfaat maka tak ada salahnya berkunjung ke museum ini. Jangan lupa ajak keluarga anda dan sahabat-sahabat agar mereka bisa bersama mengenang sejarah di museum ini. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.