Memaknai Gong Perdamaian di Kota Ambon

Tujuan dari didirikannya pemerintah di setiap negara adalah agar terciptanya perdamaian untuk setiap masyarakat di berbagai belahan dunia. Tidak ada negara yang sebenarnya tidak menginginkan perdamaian dan kesejahteraan untuk rakyatnya, walaupun sebagian pemimpin negara bersikeras menguasai daerah lain dengan berdalih agar dapat mensejahterakan masyarakat di daerah tersebut, padahal mereka hanya mengganggu stabilitas perdamaian dunia yang telah dibangun selama ini, karena hanya ingin memuaskan nafsu pribadi mereka.

Tetapi tidak sedikit negara yang ada di dunia bekerja keras menciptakan perdamaian dan menjaga stabilitas perdamaian tersebut dengan berbagai cara. Pada zaman sekarang, salah satu cara menjaga stabilitas perdamaian di dunia adalah dengan membangun hubungan baik antar sesama masyarakat dunia. Namun, bagaimana perdamaian bisa tercipta jika di antara masyarakat suatu negara belum mencapai satu kata sepakat?. Hal ini tentu mengingatkan kita pada sebuah tragedi kemanusiaan di Ambon yang terjadi pada tahun 1999 silam, tidak akan mudah melupakan tragedi yang membuat segenap bangsa Indonesia menangis hingga saat ini.

Tragedi yang terjadi pada tahun 1999 silam merupakan sebuah konflik yang sangat memalukan bagi bangsa Indonesia di mata dunia, lemahnya toleransi di antara masyarakat Indonesia yang sangat beragam menjadikan tragedi kemanusiaan tersebut tidak bisa dihindari. Tetapi setelah kejadian tersebut, masyarakat Ambon kembali bangkit menata kehidupan mereka sedikit demi sedikit agar terciptanya Ambon yang ramah terhadap kehadiran berbagai macam suku dan etnis yang ada di Indonesia. Tidak tinggal diam saja, pemerintah Indonesia juga berusaha membantu pemulihan salah satu kota yang sangat berharga untuk Indonesia ini. Di antara bukti nyata betapa kerasnya perjuangan pemerintah Indonesia dalam memulihkan keadaan Ambon setelah tragedi kemanusiaan itu adalah dibangunnya sebuah monumen gong raksasa yang dibangun dengan tema Gong Perdamaian Dunia. Gong Perdamaian dunia ini dibangun sebagai monumen untuk mengingat bahwa seluruh lapisan masyarakat dari berbagai macam suku dapat disatukan dalam satu bendera Indonesia.

Gong Perdamaian Dunia yang sekarang telah menjadi Tempat Wisata Gong Perdamaian dibangun di taman Pelita yang ada tepat di pusat Kota Ambon, Tempat Wisata Gong Perdamaian ini diresmikan pada tanggal 25 November 2009 oleh Presiden Indonesia yang ke-6 yaitu bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak diresmikan oleh presiden Indonesia keenam, lokasi ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun wisatawan yang berasal dari daerah lain dengan berbagai tujuan. Ada yang datang untuk mengenang kembali betapa pedihnya tragedi kemanusiaan yang terjadi pada Tahun 1999 yang lalu, serta juga ada pengunjung yang datang untuk bersantai di tempat yang memang bagus dijadikan sebagai objek berfoto.

Baca juga:  Tempat Hunting Foto di Garut

Seperti namanya, Tempat Wisata Gong Perdamaian berisi sebuah Gong Perdamaian Dunia yang berdiameter sekitar 2 meter. Tidak hanya sekedar gong biasa yang berbentuk bundar dan bisa dipukul, tetapi Gong Perdamaian Dunia ini memiliki desain yang sangat unik karena di seluruh permukaan Gong dihiasi oleh gambar bendera dari negara yang ada di dunia. Dan di bagian tengah Gong terdapat simbol dari agama-agama besar yang ada, seperti Islam, Kristen, Hindu, Buddha dan agama lain yang dianut oleh masyarakat dunia. Selain itu, di bagian atas penyangga Gong berdiri gagah lambang negara kita Indonesia yaitu Pancasila yang telah menjadi ideologi bangsa Indonesia yang harus kita jaga sampai kapanpun.

Selain di Kota Ambon, ternyata Gong Perdamaian juga ada di berbagai daerah lainnya di Indonesia maupun negara-negara di dunia, seperti Gong Perdamaian yang ada di Bali, Gong ini diresmikan pada tahun 2002, juga ada Gong Perdamaian di Geneva Swiss, yang diresmikan pada tahun 2003, serta ada juga Gong Perdamaian di Shandong China yang diresmikan pada tahun 2004.

Nah itulah sedikit sejarah mengenai Tempat Wisata Gong Perdamaian yang ada di pusat Kota Ambon, jadikan Gong Perdamaian yang berdiri megah di tengah-tengah Kota Ambon itu sebagai pengingat bagi kita bahwa perbedaan ada untuk mengajarkan kita bertoleransi kepada sesama, serta mengisyaratkan bahwa indonesia adalah sebuah negara yang menganut paham Bhineka Tunggal Ika, jangan kita saling mmembenci etnis suku atau agama lain, tetapi marilah kita bersatu padu membangun Negara kita Indonesia agar menjadi sebuah negara besar yang disegani dunia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.