Lubang Kalam Sawahlunto – Wisata Sejarah Yang Wajib Anda Kunjungi

Kalam dalam bahasa Indonesia bermakna gelap. Lubang Kalam dijadikan sebagai sebutan untuk sebuah terowongan kereta api batubara di zaman kolonial Hindia Belanda. Terowongan ini berada di perut perbukitan yang membentang sepanjang 835 meter. Anda tentu tidak lupa dengan kekejaman tentara Hindia Belanda kepada rakyat Indonesia di masa silam bukan? Lubang Kalam ini adalah salah satu hasil keringat nenek moyang kita dahulu, yang diperbudak dan dirantai untuk menyelesaikan terowongan ini sepanjang siang dan malam, hingga tak terhitung lagi jumlah korban yang berjatuhan akibat tidak sanggup lagi bekerja di bawah hardikan dan cambukan yang begitu menakutkan.pada Zaman Penjajahan dahulu hingga beberapa tahun setelahnya, Lubang Kalam ini selalu dilewati oleh kereta api pengangkut batubara menuju Teluk Bayur, Padang, untuk akhirnya di ekspor ke berbagai daerah.

Namun sekarang, Lubang Kalam telah menjadi salah satu Destinasi Wisata di Sawahlunto yang banyak dikunjungi oleh wisatawan yang ingin merasakan sensasi menaiki Mak Itam (sebutan untuk kereta api zaman kolonial yang masih bisa beroperasi dengan baik) melewati terowongan sepanjang 835 meter tersebut. Mak Itam, adalah sebuah kereta api wisata buatan jerman tahun 1965 yang dahulu beroperasi untuk mengantarkan penumpang ke daerah Muaro Kalaban, Sawahlunto.

Saat menyusuri Lubang Kalam dengan menggunakan Mak Itam, anda akan merasakan sisa-sisa kekejaman Belanda pada nenek moyang kita, mereka disuruh bekerja tanpa istirahat dan hanya diberi makan sekali sehari, selain itu kaki mereka juga dirantaikarena para penjajah biadab itu tidak ingin ada satu orang pekerja pun yang melarikan diri dari pekerjaan non manusiawi tersebut. Bagi anda yang menaiki Mak Itam untuk melewati Lubang Kalam saat sekarang ini tidak perlu lagi takut dengan kegelapan yang akan anda rasakan di sana, karena sekarang telah tersedia penerangan di dalam ataupun di luar Mak Itam. Hal ini tentu berbeda dengan puluhan tahun lalu, saat masyarakat yang melewati Lubang Kalam ini harus menaiki kereta dalam kegelapan dan menahan sesaknya nafas, karena harus menghirup udara yang bercampur dengan bau batu bara.

Jika anda berkeinginan untuk mencoba sensasi melewati Lubang Kalam dengan si Mak Itam Legendaris, pilihlah hari minggu sebagai hari liburan anda, karena Mak Itam hanya beroperasi pada akhir pekan dengan biaya sekitar Rp. 50.000,-per orang. Cukup murah bukan? Mengingat sensasi yang diberikan Mak Itam melewati terowongan gelap lubang kalam. Nah, ada cara lain menikmati lubang kalam ini, jika anda tidak sendirian dan rombongan yang dibawa cukup banyak, maka anda bisa menyisir terowongan gelap ini bersama rombongan dengan menyewa Mak Itam. Biaya Sewa Mak Itam cukup terjangkau bila jumlah rombongan lumayan banyak, anda harus siapkan kocek sebesar Rp. 1.500.000,- dan perlu diketahui bahwa anda diharuskan melakukan reservasi sebelum membayar Tarif Sewa Mak Itam ini. Mak Itam akan mengantarkan anda berkeliling terowongan sepanjang 8 km sampai ke Muaro Kalaban dengan kecepatan hanya 10-15 km per jam saja. Sengaja memang kecepatannya tidak dipacu, hal ini dimaksudkan agar anda dan pengunjung yang lain bisa menikmati perjalanan bersama Mak Itam dengan lebih tenang.

Baca juga:  Promo Tempat Wisata Di Bogor Yang Wajib Dikunjungi

Lubang Kalam, salah satu destinasi Wisata Sejarah Sawahlunto yang terletak di desa Talawi Hilir, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Banyak yang menjadikan tempat ini sebagai tujuan wisata sejarah bagi anak-anak didik mereka. Selain untuk memperkenalkan sejarah bangsa, dengan memilih Lubang Kalam sebagai obyek Wisata Sawahlunto kepada anak-anak didik zaman sekarang, mereka akan lebih bisa menghargai jasa para nenek moyang mereka yang rela mempertaruhkan nyawa untuk menjaga negeri ini. Begitulah kisah Lubang Kalam Sawahlunto yang kini telah melegenda di antara masyarakat Sawahlunto khusunya dan Indonesia umumnya. Karena melalui bukti bisu ini, dapat memperkokoh rasa cinta kita pada tanah air tercinta Indonesia, dan lebih menghargai jasa Pahlawan yang tidak hanya untuk mereka yang berdiri di garis depan berusaha mengibarkan bendera merah putih, tapi juga untuk mereka yang bertaruh nyawa melawan rezim Hindia Belanda di pelosok-pelosok negeri. Mari, kirimkan doa untuk kesejateraan Indonesia di masa mendatang dengan memperlajari sejarah yang begitu heroik. Semoga bermanfaat dan semoga ulasan kali ini bisa menambah koleksi destinasi wisata untuk menghabiskan waktu libur anda.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.