Berwisata di Museum Gudang Ransoem Sawahlunto

Sebuah kalimat tarpampang di pintu masuk suatu Museum di Kota Sawahlunto, kalimat yang berbunyi “Memahami Masa Silam untuk Menata Masa Depan”. Kalimat tersebut menyiratkan dan menjelaskan pada kita bahwa untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di masa depan, kehidupan yang lebih tertata, dengan masyarakat yang hidup dalam kebahagiaan, maka kita harus bisa belajar dari masa lalu, memahami setiap liku sejarah silam yang harus diambil hikmahnya. Pelajari kesuksesan para leluhur untuk dapat diterapkan pada masa sekarang dan akan datang, serta pahami dan maknai setiap kegagalan yang dialami para pendahulu, agar kita, anak cucu mereka tak jatuh ke lubang yang sama, sehingga kita bisa menjadi lebih baik dari nenek moyang kita.

Itulah sepenggal kalimat sederhana, namun memiliki makna yang sangat dalam. Kalimat tersebut terukir di atas pintu masuk menuju Museum Gudang Ransoem yang berdiri megah di Kota Sawahlunto. Terletak di Jl Abruh Rahman Hakim, desa Air Dingin, Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat, lokasi ini dapat ditempuh dengan melakukan perjalanan selama 2 jam atau sekitar 94 km dari Kota Padang, Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat. Pada awal berdirinya, sebelum memiliki berbagai obyek Wisata di Sawahlunto seperti sekarang ini, Kota Sawahlunto adalah sebuah daerah yang ditemukan oleh seorang geolog Belanda, WH de Greeve sebagai daerah penghasil Mutiara Hitam (sebutan untuk batu bara). Setidaknya ada sekitar 200 juta ton batu bara yang disimpan oleh Kota Sawahlunto saat itu. Melihat potensi dan keuntungan yang sangat besar tersebut, beberapa tahun berikutnya mulailah pemerintah Hindia Belanda membangun pusat pertambangan batu bara dan pemukinan di daerah tersebut, dan berkembang hingga sekarang.

Keberadaan Hindia Belanda ini dengan pusat pertambangan batubaranya menyisakan berbagai cerita dan kenangan yang menjadi sejarah bagi kita saat ini. Untuk mengabadikan sejarah tersebut dibangunlah Museum Gudang Ransoem. Seorang traveler apalagi yang sering bepergian ke berbagai Wisata Alam tentu tidak asing dengan istilah Ransoem (Ransum/ Makanan). Museum Gudang Ransoem, pada awaslnya dalah sebuah dapur umum yang bertugas menyuplai makanan untuk para pekerja tambang. Di Museum Gudang Ransoem ini anda akan menemukan setidaknya 150 koleksi peralatan masak dan makanan yang dibuat dalam ukuran raksasa. Selain itu ada sekitar 250 koleksi foto-foto zaman dahulu yang terpajang di Museum Gudang Ransoem ini.

Baca juga:  Pantai Tete Tonra, Pantai Pasir Putih Yang Mempesona

Menurut sejarah yang ada, Gudang Ransoem sebelum menjadi museum, mempekerjakan setidaknya 100 orang juru masak yang setiap hari harus mengolah sekitar 3,900 kg nasi untuk para pekerja tambang, keluarga pekerja, juga pasien rumah sakit. Saat itu, pekerja hanya diberi jatah makan 2 kali sehari, yaitu pada siang dan malam hari, dengan menu, nasi, daging, ikan asin, telur asin, sayur sawi dan kol. Menu makanan ini terbilang baik mengingat pekerja tambang di sana selalu dirantai saat bekerja dan sering diperlakukan dengan kejam. Namun, pada saat revolusi kemerdekaan Museum Gudang Ransoem tetap dimanfaatkan untuk kepentingan para tentara kemerdekaan, dan terus beralih fungsi hingga pada tahun 2005, pemerintah melakukan revitalisasi kawasan Gudang Ransoem dan memugarnya hingga menjadi Museum Gudang Ransoem seperti yang dapat anda temui pada saat ini. Setelah diresmikan pada tanggal 17 Desember 2005, setiap pengunjung yang ingin memasuki kawasan ini harus membayar sebesar Rp. 4.000,- untuk orang dewasa dan Rp. 2.000,- untuk anak-anak, sedangkan jam operasional yang berlaku mulai dari hari selasa-jum’at pada jam 07.30-16.30, dan haru sabtu-minggu jam 09.00-16.00 WIB.

Itulah sekilas sejarah mengenai Museum Gudang Ransoem yang berada tidak jauh dari pusat Kota Sawahlunto, dengan mengunjungi museum ini, anda akan diajak melihat perjuangan dan penderitaan para pekerja rantai (pekerja tambang) di masa lalu, yang diperlakukan layaknya budak oleh tentara Hindia Belanda.

Nilai-nilai sejarah semacam ini bakal anda dapatkan bila berkunjung ke Museum Gudang Ransoem Sawahlunto ini. Teruslah eksplor lebih jauh lagi wisata-wisata sejarah lainnya yang mungkin bisa anda kunjungi. Tak ada yang salah dengan berwisata sambil belajar. Selain dapat melepas penat, anda juga bisa menambah kekayaan pengetahuan sejarah yang tersembunyi dan tak dipelajari di bangku sekolah. Semoga bermanfaat dan selamat berlibur.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.