Berteman dengan Belut Raksasa di Desa Waai

Alam memang tidak pernah berhenti membuat kita takjub, ada pegunungan yang menyimpan berbagai macam potensi mulai dari air terjun, sumber air panas, rindangnya pepohonan, berbagai macam satwa yang hidup di tengah hutan pegunungan, hingga berbagai macam jenis panorama indah lainnya. Selain itu juga ada lautan yang tak kalah indah dari pegunungan, dengan birunya air laut serta hamparan pasir yang beraneka warna membuat wisatawan untuk datang lagi dan lagi ke berbagai pantai dan laut serta danau yang ada di Indonesia maupun negara lainnya. Tapi sebelum beranjak ke berbagai negara yang ada di dunia, sebaiknya anda menjelajahi dulu salah satu kota di Timur Indonesia yang sangat kaya dengan keindahan alam serta objek wisata yang akan membuat hari libur anda begitu menyenangkan. Inilah dia Kota Ambon, Kota 1000 pantai.

Setelah puas menikmati pantai di sekitar kota Ambon, tidak ada salahnya anda mencoba mengunjungi salah satu destinasi wisata di desa Waai yang ada di Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Desa ini hanya berjarak sekitar 45 menit dari pusat Kota Ambon sehingga anda tidak perlu mempersiapkan banyak perlengkapan mengunjungi destinasi wisata ini. Banyak objek wisata yang bisa dikunjungi di desa ini, salah satunya adalah Tempat Wisata Morea Desa Waai. Mulya sendiri adalah nama yang disematkan kepada sekumpulan belut yang ada di desa tersebut. Belut-belut ini bukanlah seperti belut yang sering kita temui, tetapi mereka adalah belut berukuran raksasa yang dibudidayakan dalam sebuah kolam yang cukup luas. Kolam ini tidak hanya digunakan untuk budidaya belut raksasa tetapi juga digunakan untuk mandi dan mencuci pakaian oleh warga setempat, sehingga lokasi tersebut dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat kota Ambon. Banyak yang datang untuk melihat langsung belut raksasa yang berukuran hingga 1 meter atau yang datang hanya ingin sekedar merasakan nikmatnya mandi di kolam yang dipenuhi oleh belut berukuran raksasa.

Ada beberapa hal yang menarik dari Tempat Wisata Morea Desa Waai, terutama mengenai kolam yang dijadikan sebagai tempat penangkaran untuk belut morea. Salah satunya adalah terdapat sebuah terowongan di dalam kolam yang mengarah langsung ke laut, terowongan ini dimanfaatkan oleh ikan dari laut untuk berenang hingga ke kolam air tawar, memang aneh tapi itulah adanya selain belut raksasa yang disebut dengan Morea, Tempat Wisata Morea Desa Waai ini diisi juga oleh berbagai macam ikan berwarna-warni yang akan semakin membuat pengunjung betah berlama-lama bermain bersama biota laut yang ada di daerah tersebut. Selain itu di sekitar kolam terdapat sumber mata air yang menjadi sumber air utama kolam tempat belut raksasa berada.

Baca juga:  Damainya Berperahu di Waduk Selorejo Malang

Tidak semua orang bisa memanggil Morea untuk muncul ke permukaan kolam, karena di tempat tersebut ternyata telah ada 2 orang pawang belut raksasa yang memiliki cara khusus agar dapat memanggil Morea dan menampakan diri kepada para wisatawan. Salah satu trik yang digunakan oleh pawang belut yang ada di sini adalah dengan mempersiapkan 1 butir telur ayam yang dijadikan sebagai santapan untuk para belut di kolam tersebut.

Walaupun tidak semua orang dapat memanggil belut raksasa itu, anda tidak perlu takut untuk menyentuh bahkan berfoto bersama morea, karena belut yang berukuran jumbo ini ternyata jinak dan tidak menggigit manusia, tetapi walaupun mereka jinak warga sekitar tidak pernah berusaha menangkap apalagi mengkonsumsi belut yang ada di Tempat Wisata Morea Desa Waai ini. Selain karena ingin melestarikan keberadaan belut raksasa, mereka juga telah menganggap belut raksasa tersebut sebagai teman yang menemani setiap aktivitas mereka ketika mandi dan mencuci. Jadi jangan bermimpi untuk mencoba menggoreng ataupun memakan belut yang ada di kolam ini, jika anda masih ingin berlibur ke Tempat Wisata Morea Desa Waai pada liburan selanjutnya. Sebenarnya ada kisah yang melatarbelakangi kehadiran ikan dan belut raksasa di daerah tersebut, tetapi tidak ada bukti otentik mengenai kebenaran dari kisah itu. Namun menurut sebagian orang kisah yang berkembang di tengah-tengah masyarakat itulah yang menjadikan warga setempat menjaga kelestarian dan berusaha mengembangbiakan belut raksasa yang ada di desa waai. Agar kelestarian belut ini dapat berjalan dengan baik, para pemuda Desa waai bekerja sama membersihkan kolam tersebut sekali 2 bulan agar air yang dikonsumsi oleh morea dapat selalu bersih dan higienis.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.